Paparan Pelaku Digital Nomads dalam Seminar Internasional Fakultas Hukum Unmas Denpasar

Denpasar, TOPIK9| Menjawab tantangan pascapandemi Covid-19 dalam bekerja di era transformasi digital, Fakultas Hukum (FH) Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar kembali menggelar seminar internasional dengan mendatangkan empat pelaku digital nomads.

Seminar Internasional yang dipandu oleh moderator Dr. I Gusti Agung Sri Rwa Jayantini, S.S., M.Hum. Dosen Fakultas Bahasa Asing Unmas Denpasar dengan narasumber dari Fakultas Hukum Universitas Udayana I Gusti Ngurah Parikesit Widiatedja, S.H., M.Hum., LLM., Ph.D; Founder of Bali.com Michael Strobel; CEO of s.p. Digital in Bali Sergio Planells Perez; serta Founder and CEO of Favours, Co-Founder of SeminarDesk.com Simon Smaluhn.

Acara yang dibuka langsung Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar Dr. Drs. I Made Sukamerta, M.Pd. bertempat di Gedung Ganesha Universitas Mahasaraswati Denpasar dihadiri oleh Koordinator Staf Khusus Presiden RI Dr. Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana, S.I.P., M.Si. sebagai keynote speaker.

Dalam arahannya, Ngurah Ari Dwipayana mengatakan, sejatinya pada saat ini sudah tidak lagi work from home (kerja di rumah), melainkan work every where and work any where (kerja kapan saja dan dimana saja).

Tidak hanya itu, dirinya juga menyampaikan konsep kerja masa sekarang bisa disebut juga work and vacation (kerja sambil liburan). “Ini peluang yang harus ditangkap oleh Bali. Kita mendorong munculnya wisatawan yang sudah menggunakan konsep kerja seperti ini,” ujarnya selepas acara di kantor Rektorat.

Tetapi aturan kita juga harus betul-betul siap dengan perkembangan itu, menurutnya supaya tidak memunculkan benturan, terutama terhadap kepentingan nasional maupun Bali itu sendiri.

Aturan terkait imigrasi yang memudahkan wisatawan datang dan tinggal di Bali harus dibuka, tetapi pada saat bersamaan pengawasan terhadap itu juga harus ditingkatkan, tegasnya.

Disinggung terkait fenomena digital nomads dalam pelaksanaan Presidensi G20, Anak Agung Gede Ngurah Ari Dwipayana menyampaikan, tidak secara khusus. “Kita mengetahui sendiri, tema G20 ada tiga yang diangkat oleh pemerintah, yakni: soal arsitektur kesehatan global, transisi energi, serta transformasi digital. Ini merupakan fenomena yang sangat besar,” terangnya.

Sementara di tempat yang sama, Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar senada dengan apa yang disampaikan dengan Ngurah Ari Dwipayana. Pihaknya menegaskan, seminar internasional hari ini adalah kegiatan rutin yang dilaksanakan.

Dengan mengangkat tema “The Rising Trend of Digital Nomads working Remotely from Indonesian”, seminar ini diharapkan mampu merubah konsep kerja pascapandemi Covid-19.

“Terutama di bidang pendidikan. Kita tahu sendiri banyak sekali perubahan yang mendasar. Jadi kita harus berpikir bagaimana mencari solusinya,” kata Sukamerta.

“Khusus materi sekarang ini, setelah pascapandemi Covid-19 pastinya akan banyak kerjaan yang hilang. Oleh karena itu, kondisi inilah yang mendorong kita terus berinovasi. Seperti apa yang dikatakan oleh para narasumber, yaitu kerja dimana saja dan kapan saja,” tambahnya.

Seminar Internasional diikuti 300-an mahasiswa dan dosen Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar serta diwarnai pemberian piala untuk pemenang lomba esay kerja sama Unmas Denpasar dengan The People’s Law Centre beberapa waktu lalu.(*/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.