Sambangi Desa Tua Pedawa, Bli Braya Serahkan Udeng Prajuru

Buleleng, TOPIK9| Bicara tentang Bali, tidak melulu hanya menikmati keindahan objek wisata alamnya saja, namun juga tradisi dan budaya yang berada di desa-desa tua di Bali. Salah satunya Desa Pedawa yang berada di Kecamatan Banjar Kabupaten Buleleng.

Desa Pedawa sendiri merupakan salah satu Dsa Bali Aga atau Bali Mula yang mengklaim warganya adalah penduduk asli Bali. Dan tampak dari tata lumbuh/ulapan pedawa di keseharian kehidupan masyarakatnya masih menerapkan sistem lama.

Hal ini disampaikan krama desa I Wayan Sukrata yang pernah mengabdi pada pemerintahan adat Desa Pedawa selama 20 tahun.

Ia menjelaskan, tata lumbuh Desa Pedawa terbagi atas 6 bagian, yakni Ulu Desa, Pengadat, Penyacaran, Pemuputan, Penugelan, dan Pemilidan.

Wayan Sukrata menambahkan, pada awalnya Ulu Desa Pedawa merupakan pemerintahan di adat yang pada tahun 1989 diubah namanya menjadi prajuru adat.

Banyak keunikan adat istiadat yang ada di Desa Pedawa, seperti pelaksanaan upacara Yadnya. Tidak hanya itu, ada juga upacara seperti Saba Panama, Saba ngelemekin, dll yang harus dilaksanakan sebelum melaksanakan kegiatan ngangkid/ngaben di desa Pedawa.

Matur suksma (terima kasih) kepada bli braya yang beberapa waktu lalu menyerahkan udeng prajuru di desa kami,” ungkapnya, Senin (18/7/2022).

Di tempat terpisah, I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa yang biasa disebut bli braya sekaligus Dekan di Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar didampingi beberapa tim kreatifnya berkesempatan menyerahkan “Udeng Prajuru” kepada tokoh masyarakat Desa Adat Pedawa pada tanggal 14 Juli 2022 lalu.

Menurutnya, apa yang dilakukan timnya dari bli braya ini merupakan wujud implementasi melestarikan adat istiadat dan kebudayaan di sekitarnya.

Seperti Ngayah Nopeng. Karena pada dasarnya bli braya ini merupakan sosok penari topeng, dengan motto utamanya yakni Punia Ngayah.(*/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.