Fakultas Hukum Unmas Denpasar gelar Seminar Nasional guna Dukung Perlindungan Anak

Denpasar, TOPIK9| Seminar Nasional dalam rangka implementasi tri dharma perguruan tinggi kembali digelar Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati (Unmas) Denpasar di Auditorium Yayasan PR Saraswati Pusat Denpasar, Rabu (3/8/2022).

Seminar yang diikuti 300an peserta secara hybrid ini, dibuka langsung Rektor Universitas Mahasaraswati Denpasar yang diwakili Wakil Rektor I Dr. I Wayan Gde Wiryawan, S.H., M.H.

Ditemui di sela acara, dirinya menyampaikan apresiasi kepada Fakultas Hukum Unmas Denpasar yang secara intens melakukan kegiatan-kegiatan baik di bidang akademik dan non akademik, “sehingga ini menunjukan bahwa fakultas hukum melakukan tri dharma perguruan tinggi dengan baik,” urainya.

“Kami dari pimpinan, sesuai kebijakan bapak Rektor dalam Merdeka Belajar, Kampus Merdeka (MBKM) yang salah satunya yaitu memberikan penguatan civitas akademika khususnya mahasiswa, tidak hanya pada hardskillnya itu saja, tetapi juga mendapatkan pengetahuan maupun literasi dari praktisi-praktisi, sehingga mereka mendapatkan tambahan pengetahuan tentang bagaimana hukum itu bekerja di masyarakat,” ujarnya.

Dekan Fakultas Hukum Universitas Mahasaraswati Denpasar Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum.

Sementara Dekan Fakultas Hukum Unmas Denpasar Dr. I Ketut Sukawati Lanang Putra Perbawa, S.H., M.Hum. dalam sambutannya mengatakan, kegiatan seminar nasional pada hari ini merupakan wujud nyata kepedulian civitas akademika dalam mendukung perlindungan anak melalui penguatan nilai-nilai kebangsaan.

Ia berharap, peserta dari mahasiswa strata satu program studi hukum semester 2 dan 4 ini bisa mendapatkan literasi dari para narasumber terkait hukum perlindungan anak.

Tidak hanya itu saja, seminar nasional pada hari ini sekaligus sebagai bentuk dukungan Presidensi G20 nantinya melalui kepedulian dalam melindungi anak-anak yang notabene generasi penerus bangsa dan negara.

Sepakat dengan hal itu, Ketua Panitia Seminar Nasional I Made Hendra Wijaya, S.H., M.H. menyatakan bahwa tema seminar yang diangkatnya sudah sesuai dengan visi misi G20, yaitu Recover Together Recover Stronger.

“Tujuannya memberikan nilai-nilai kebangsaan kepada masyarakat, akademisi maupun praktisi untuk menjadi patokan atau indikator untuk melindungi anak-anak di kemudian hari. Dan kita harapkan, anak-anak itu nantinya bisa menjadi agent of change, mereka harus tumbuh kembang dan harus dipulihkan dari keadaan-keadaan, apalagi pada saat ini di tengah pandemi. Jadi mereka harus diberikan recovery agar mereka semangat untuk membangun Indonesia ke depannya,” pungkasnya.(*/02)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.