TOPIK9, JAKARTA – PT Bank Syariah Indonesia (Persero) Tbk (BSI) mencatat pertumbuhan positif pada pembiayaan kendaraan bermotor sepanjang semester I-2026. Perseroan menilai permintaan masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah masih terjaga di tengah kondisi ekonomi yang dinamis.
Direktur Retail Banking BSI Kemas Erwan Husainy mengungkapkan outstanding pembiayaan kendaraan melalui produk BSI OTO mencapai sekitar Rp6,70 triliun hingga Juni 2026. Nilai tersebut meningkat 12,40 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.
Menurut Kemas, pertumbuhan tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan masyarakat terhadap kendaraan bermotor masih tinggi, meskipun konsumen saat ini lebih berhati-hati dalam mengelola pengeluaran dan mengambil keputusan pembelian.
“Peningkatan tersebut menunjukkan bahwa minat masyarakat terhadap pembiayaan kendaraan berbasis syariah tetap kuat di tengah kondisi ekonomi yang dinamis,” ujar Kemas dalam keterangan resmi, Rabu (15/7/2026).
Ia menjelaskan, salah satu faktor yang mendukung pertumbuhan pembiayaan kendaraan adalah penguatan layanan digital perseroan. Melalui aplikasi BYOND by BSI, nasabah dapat mengajukan pembiayaan kendaraan secara lebih mudah dan praktis tanpa harus melalui proses yang rumit.
Selain kemudahan akses, BSI menawarkan skema angsuran tetap hingga akhir masa pembiayaan. Fasilitas ini dinilai memberikan kepastian bagi nasabah dalam mengatur keuangan dan merencanakan pengeluaran bulanan.
Perseroan juga terus memperluas kolaborasi dengan dealer kendaraan dan berbagai mitra strategis guna memperluas jangkauan layanan pembiayaan. Di saat yang sama, BSI aktif melakukan edukasi dan literasi keuangan syariah untuk meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai manfaat pembiayaan berbasis prinsip syariah.
“Sejak penguatan transformasi digital, fitur BYOND by BSI semakin lengkap dan bisa mengakomodir pengajuan pembiayaan termasuk kendaraan,” kata Kemas.
BSI melihat meningkatnya mobilitas masyarakat turut menjadi pendorong pertumbuhan pembiayaan kendaraan. Selain itu, tren kendaraan listrik yang semakin berkembang, meningkatnya kesadaran terhadap kendaraan ramah lingkungan, serta bertambahnya pilihan produk otomotif di pasar juga berkontribusi terhadap kenaikan permintaan pembiayaan.
Kinerja pembiayaan kendaraan BSI sejalan dengan perkembangan industri otomotif nasional. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil secara wholesales pada Januari–Juni 2026 mencapai lebih dari 400 ribu unit, meningkat 15,89 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu sebanyak 376 ribu unit.
Kemas menilai pertumbuhan penjualan kendaraan tersebut menjadi indikator bahwa prospek industri otomotif nasional masih menjanjikan. Menurutnya, masyarakat tetap melakukan pembelian kendaraan dengan mempertimbangkan skema pembiayaan yang memberikan kepastian dan kemudahan pengelolaan keuangan.
“Capaian tersebut menjadi sinyal positif bahwa sektor otomotif masih memiliki prospek yang baik. Masyarakat tetap melakukan pembelian kendaraan, namun dengan pertimbangan yang lebih matang dan mengedepankan skema pembiayaan syariah yang memberikan kepastian dalam pengelolaan keuangan,” ujarnya.
Ke depan, BSI optimistis pembiayaan kendaraan akan tetap menjadi salah satu motor pertumbuhan pembiayaan konsumer perseroan sepanjang 2026. Optimisme tersebut ditopang oleh penguatan ekosistem pembiayaan, perluasan layanan digital, serta fundamental bisnis yang dinilai tetap solid.



