Ekbis

Investor Global Berebut Obligasi Danantara, Permintaan Tembus US$ 4,6 Miliar

TOPIK9.COM, JAKARTA–Penerbitan obligasi global perdana oleh Danantara Indonesia mendapat sambutan kuat dari investor internasional. Instrumen surat utang senilai US$ 1,5 miliar yang diterbitkan lembaga investasi negara tersebut mengalami kelebihan permintaan (oversubscribe) hingga lebih dari tiga kali lipat dari target awal.

Menteri Investasi dan Hilirisasi/Kepala BKPM sekaligus CEO Danantara Indonesia, Rosan Roeslani, mengatakan perseroan semula menargetkan penghimpunan dana sebesar US$ 1 miliar. Namun tingginya minat investor membuat nilai penerbitan ditingkatkan menjadi US$ 1,5 miliar.

“Dari rencana 1 miliar dolar yang kami ingin capai, book building yang masuk itu kurang lebih 4,6 miliar dolar. Sehingga melihat book building yang begitu tinggi, artinya kami meningkatkan dari 1 miliar menjadi 1,5 miliar dolar AS,” ujar Rosan di Kompleks Istana Kepresidenan Jakarta dikutip dari presidenri.go.id, Kamis (18/6/2026).

Penerbitan obligasi tersebut dibagi ke dalam dua tenor, yakni lima tahun dan sepuluh tahun. Masing-masing tenor berhasil menghimpun dana sebesar US$ 750 juta.

Menurut Rosan, tingginya minat investor merupakan hasil dari rangkaian pemasaran (roadshow) yang dilakukan Danantara di berbagai pusat keuangan dunia, termasuk Hong Kong, Singapura, Boston, London, dan New York. Dalam kegiatan tersebut, manajemen Danantara bertemu dengan 122 investor global.

Selain berhasil menarik minat investor dalam jumlah besar, Danantara juga memperoleh tingkat imbal hasil yang dinilai kompetitif. Obligasi tenor lima tahun ditetapkan dengan yield sebesar 5,35 persen, sedangkan tenor sepuluh tahun sebesar 5,95 persen.

“Hasil ini sangat baik dan membuktikan bahwa kepercayaan investor terhadap Indonesia tetap tinggi,” kata Rosan.

Dana hasil penerbitan obligasi tersebut akan segera masuk ke rekening Danantara setelah proses penyelesaian transaksi. Rosan menjelaskan bahwa penandatanganan telah dilakukan pada 11 Juni dan dana dijadwalkan diterima pada 18 Juni 2026.

Keberhasilan penerbitan obligasi global perdana ini juga membuka peluang bagi Danantara untuk menawarkan instrumen dengan tenor yang lebih panjang di masa depan. Rosan menilai investor memiliki pandangan positif terhadap prospek ekonomi Indonesia yang dinilai tetap stabil meski menghadapi dinamika geopolitik dan geoekonomi global.

Appetite investor sangat besar karena mereka melihat pertumbuhan ekonomi Indonesia relatif stabil. Fluktuasi tentu ada, tetapi itu bagian dari siklus ekonomi,” ujarnya.

Hal menarik lainnya, kata Rosan, adalah dominasi investor asal Amerika Serikat dalam pembelian obligasi tersebut. Untuk obligasi tenor lima tahun, investor asal Amerika Serikat menyumbang 38 persen dari total pemesanan, disusul investor Eropa dan Timur Tengah sebesar 41 persen, serta Asia 21 persen.

Sementara itu, pada obligasi tenor sepuluh tahun, porsi investor Amerika Serikat bahkan mencapai 52 persen. Investor dari Eropa dan Timur Tengah berkontribusi 31 persen, sedangkan investor Asia sebesar 17 persen.

Komposisi tersebut menunjukkan meningkatnya kepercayaan investor institusi global terhadap instrumen investasi Indonesia, sekaligus memperkuat posisi Danantara sebagai kendaraan investasi strategis yang mampu menarik pendanaan internasional dalam skala besar. (*)

Artikel yang berhubungan

Tinggalkan Balasan

Back to top button