Komisi XII DPR Komitmen Kawal Implementasi B50
Komisi XII, Bambang Pitajaya, B50

TOPIK9, JAKARTA —- Ketua Komisi XII DPR RI Bambang Patijaya menilai, kebijakan bahan bakar B50 akan membawa dampak positif yang signifikan bagi perekonomian, khususnya dalam menekan pengeluaran negara. Implemenasi campuran nabati ini diluncurkan secara resmi, 1 Juli 2026.
Bambang menuturkan, keuntungan bagi Indonesia ketika B50 dijalankan, ada banyak devisa yang akan bisa kita hemat. Itu karena dari komposisi B40 ke B50, loncatannya berarti kita hemat lagi 10 persen. “Kami berharap program ini betul-betul bermanfaat mendukung keuangan negara pada saat ini,” ujarnya di Gedung Nusantara II, Senayan, Jakarta, Selasa (30/6/2026).
Legislator dari Dapil Kepulauan Bangka Belitung ini menjelaskan, peluncuran bioetanol E20 masih ditunda karena membutuhkan persiapan yang lebih matang. Fokus saat ini sepenuhnya diarahkan pada kesuksesan B50.
Terkait kesiapan teknis, ia menegaskan, formulasi B50 telah melewati masa uji coba intensif sejak Desember 2025. Hasilnya, B50 terbukti tangguh digunakan pada enam sektor utama: otomotif, angkutan, pertanian dan perkebunan, pertambangan, hingga kereta api.
“Kualitas sudah dicoba dari bulan Desember 2025. Uji coba ini pada 6 sektor. Kalau saya tidak salah, kereta api juga. Dari hasil uji coba yang dilaporkan kepada kami oleh Dirjen EBTKE (Direktorat Jenderal Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi), rata-rata menunjukkan hasil yang sangat baik,” tutur legislator Fraksi Golkar itu, dikutip dari laman dpr.go.id.
Memasuki masa transisi tiga bulan hingga Oktober mendatang, Komisi XII DPR berkomitmen untuk mengawal dan mengawasi implementasi B50 di lapangan agar pelaksanaannya berjalan lancar dan kualitas bahan bakar tetap terjaga. “Kita akan melihat nanti seperti apa hasil implementasi. Tetapi, yang saya pegang adalah hasil uji coba,” tuturnya. (bur)



