TOPIK9, JAKARTA – Program cetak sawah yang dijalankan pemerintah di Papua, khususnya di Kabupaten Merauke, Papua Selatan, mulai menunjukkan dampak nyata terhadap peningkatan produktivitas pertanian dan kesejahteraan petani.
Hingga 2026, luas lahan sawah baru yang berhasil dicetak di Papua Selatan mencapai 48.934 hektare. Dari jumlah tersebut, seluas 17.693 hektare direalisasikan pada 2025 dan bertambah 31.241 hektare sepanjang 2026. Sementara itu, total program cetak sawah di wilayah Papua Raya telah mencapai sekitar 83.030 hektare, ditambah program optimalisasi lahan (OPLA) seluas 54.399 hektare.
Keberhasilan program tersebut turut mendorong peningkatan Indeks Pertanaman (IP) di wilayah tersebut. Jika sebelumnya petani rata-rata hanya menanam padi sekitar 1,05 kali per tahun, kini meningkat menjadi 1,82 hingga dua kali musim tanam per tahun. Angka tersebut melampaui rata-rata nasional yang berada pada kisaran 1,55 hingga 1,6 kali tanam per tahun.
Peningkatan produktivitas juga berdampak langsung terhadap pendapatan petani. Data menunjukkan pendapatan petani meningkat dari Rp523 juta pada 2023 menjadi Rp665 juta hanya dalam periode Januari hingga Mei 2026.
Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman menyatakan capaian tersebut merupakan hasil implementasi program cetak sawah rakyat dan modernisasi pertanian yang dijalankan pemerintah sesuai arahan Presiden.
Menurut Amran, pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern menjadi salah satu faktor utama yang mendorong peningkatan kinerja sektor pertanian di Merauke.
“Program cetak sawah yang diperintahkan Presiden dan dukungan alat mesin pertanian telah membuahkan hasil. Pendapatan petani meningkat signifikan dan itu memang tujuan utama yang ingin dicapai,” ujar Amran saat membuka Gerakan Tanam Padi Bersama di lahan cetak sawah rakyat Kampung Waninggap Kai, Distrik Semangga, Kabupaten Merauke, Papua Selatan, yang dikutip dari tribunnews, Senin (6/7/2026).
Ia mengungkapkan kebanggaannya terhadap kemampuan petani lokal yang telah mampu mengoperasikan berbagai teknologi pertanian modern, mulai dari traktor hingga drone untuk penanaman dan pemantauan lahan.
Menurut Amran, teknologi yang digunakan petani di Merauke saat ini tidak kalah dengan yang diterapkan di negara-negara maju seperti Jepang dan Amerika Serikat. Berbagai peralatan modern seperti traktor roda dua dan roda empat, drone pertanian, rice transplanter, hingga combine harvester telah digunakan untuk meningkatkan efisiensi budidaya.
“Putra-putri asli Merauke sudah mampu mengoperasikan drone, menanam dengan teknologi modern, dan menjalankan alat-alat pertanian secara mandiri. Ini menjadi kebanggaan tersendiri bagi kita semua,” katanya.
Amran menegaskan seluruh bantuan alat dan mesin pertanian yang diberikan pemerintah diperuntukkan bagi masyarakat setempat agar manfaat program dapat dirasakan secara langsung oleh petani lokal.
Lebih lanjut, ia menyebut kawasan pertanian seluas sekitar 102 ribu hektare yang saat ini telah dikembangkan mampu menghasilkan nilai ekonomi sekitar Rp1,5 triliun. Potensi tersebut diperkirakan meningkat tajam apabila seluruh lahan yang direncanakan selesai dibangun dan mampu menjalankan tiga kali musim tanam dalam setahun dengan produktivitas rata-rata 7 ton per hektare.
“Dengan pengembangan yang optimal, nilai ekonomi kawasan ini berpotensi mencapai Rp13 triliun. Karena itu Merauke memiliki peran strategis sebagai salah satu pusat pertumbuhan pangan nasional di masa depan,” ujar Amran.
Capaian Program Cetak Sawah Papua hingga 2026
| Indikator | Realisasi |
|---|---|
| Cetak sawah Papua Selatan 2025 | 17.693 ha |
| Cetak sawah Papua Selatan 2026 | 31.241 ha |
| Total cetak sawah Papua Selatan | 48.934 ha |
| Total cetak sawah Papua Raya | 83.030 ha |
| Optimalisasi lahan (OPLA) Papua Raya | 54.399 ha |
| Indeks Pertanaman sebelum program | 1,05 |
| Indeks Pertanaman saat ini | 1,82–2,0 |
| Rata-rata nasional IP | 1,55–1,60 |
| Pendapatan petani 2023 | Rp523 juta |
| Pendapatan petani Jan–Mei 2026 | Rp665 juta |
| Nilai ekonomi kawasan saat ini | Rp1,5 triliun |
| Potensi nilai ekonomi penuh | Rp13 triliun |



