TOPIK9.COM, LOMBOK BARAT – Husnul Hakim merasakan perubahan besar sejak Bendungan Meninting mulai berfungsi. Petani asal Desa Penimbung ini menyatakan persoalan kekurangan air yang selama bertahun-tahun membayangi para petani kini telah teratasi.
“Awalnya yang sebelum ada Meninting, dari jam 8 malam sampai pagi petani mencari air. Tapi alhamdulillah semenjak adanya Bendungan Meninting ini, para petani tidak mencari air lagi. Tinggal menunggu di sawahnya, semuanya dialiri, alhamdulillah,” dia berucap syukur.
Bendungan Meninting di Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat, (NTB), satu dari lima bendungan yang diresmikan Presiden Prabowo Subianto, Bendungan Meninting, Kabupaten Lombok Barat, Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Jumat (10/7/2026). Empat lainnya adalah Bendungan Keureuto dan Bendungan Rukoh di Provinsi Aceh, Bendungan Jlantah di Provinsi Jawa Tengah, serta Bendungan Sidan di Provinsi Bali.
Sebelum peresmian, sejak pagi masyarakat dari berbagai desa telah memadati kawasan bendungan. Senyum, lambaian tangan, hingga sapaan penuh antusias mengiringi kehadiran Presiden Prabowo pada peresmian lima bendungan di Indonesia itu.
Tak hanya Husnul Hakim, perasaan senang juga dirasakan Rusni, petani dari Desa Gegerung dan I Gede Darma Putra, petani asal Desa Penimbung Barat. Rusni menilai bahwa bendungan ini menjadi jawaban atas persoalan air yang selama ini kerap terjadi di kalangan petani.
Rusni—seperti dilansir dari setneg.go.id—berkata, “Kalo sebelum ada bendungan ini, kondisinya banyak problem. Artinya, karena subak-subak dari petani itu berebut air gitu karena kering, tapi insyaallah, alhamdulillah besok ini ke depannya lebih oke lah masalah soal seperti itu. Petani juga bertaninya lancer.”
I Gede Darma Putra menyebut Bendungan Meninting menjadi penopang penting bagi peningkatan produktivitas pertanian. Menurut dia, jika sebelumnya petani hanya mampu menanam dua kali setahun, kini mereka dapat meningkatkan intensitas tanam menjadi tiga kali dalam setahun.
“Sebelumnya kita bisa menanam cuma dua kali. Pada musim kemarau terjadi kesulitan air atau paceklik. Nah, sekarang dengan adanya bendungan ini sangat bermanfaat, kita bisa menanam tiga kali dalam setahun. Itu untuk mengatasi juga kebanjiran pada waktu musim hujan dan mitigasi pada waktu musim kemarau,” ucap I Gede Darma Putra.
Tak hanya sektor pertanian, manfaat bendungan juga dirasakan masyarakat dari sisi ekonomi. Hadiah, warga Desa Bukittinggi mengatakan, kawasan bendungan mulai menghadirkan peluang usaha baru bagi warga sekitar. Dia mengatakan, warga bisa memanfaatkan dengan memancing ikan dan untuk mengurangi atau menutupi kebutuhan rumah tangga.
Selain itu perekonomian masyakat bisa mengalami peningkatan. Manfaatnya, kata dia, perekonomian warga ada kemajuan sedikit dibanding dulu. “Karena apa? Pengaruh kedatangan warga, para wisatawan yang datang atau berkunjung,” tuturnya. (bur)



