TOPIK9.COM, MAKASSAR — Anggota Komisi X DPR RI Muslimin Bando menegaskan pentingnya memperkuat peran Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDIKTI) dalam meningkatkan mutu perguruan tinggi di daerah. Menurutnya, penguatan fungsi pembinaan dan pendampingan yang dilakukan LLDIKTI akan mendorong peningkatan akreditasi perguruan tinggi sehingga masyarakat memiliki akses terhadap pendidikan tinggi berkualitas tanpa harus meninggalkan daerah.
“LLDIKTI ini jangan diabaikan, karena yang akan membantu atau mengakreditasi sekolah-sekolah di daerah, terutama perguruan tinggi, adalah di bawah tanggung jawab LLDIKTI,” ujar Politisi Fraksi PAN tersebut usai mengikuti Kunjungan Kerja Reses Komisi X DPR RI ke Kota Makassar, Provinsi Sulawesi Selatan, Jumat (24/7/2026).
Menurut dia, peningkatan akreditasi perguruan tinggi akan memperkuat kepercayaan masyarakat terhadap kualitas pendidikan tinggi di daerah. Dengan demikian, lulusan SMA tidak perlu berbondong-bondong melanjutkan studi ke kota-kota besar hanya untuk memperoleh pendidikan yang bermutu.
Mantan Bupati Enrekang, Sulawesi Selatan, ini brpandangan, kalau akreditasi perguruan tinggi itu rendah, tentu menjadi pertimbangan anak untuk masuk kuliah. Dilansir dari situs dpr, dia berkata, “Kita berharap perguruan tinggi di daerah bisa membantu menekan laju urbanisasi ke kota. Kalau akreditasinya bagus, mengapa anak-anak kita harus tinggal di kota yang sekarang sangat padat.”
Selain menyoroti peran LLDIKTI, Muslimin juga meminta Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) mengevaluasi persyaratan publikasi jurnal internasional sebagai salah satu syarat kelulusan program doktor (S3). Menurut dia, ketentuan tersebut masih menjadi kendala yang menyebabkan banyak mahasiswa doktoral terlambat menyelesaikan studinya.
“Kalau kita bertemu yang sudah beberapa tahun kuliah S3 tetapi belum selesai, hampir sama semua jawabannya, yakni terkendala di jurnal internasional. Kemdiktisaintek perlu mengevaluasi kembali mengapa persyaratan ini harus menjadi syarat untuk menjadi seorang doktor,” ujarnya.
Muslimin menilai hambatan tersebut turut memengaruhi jumlah dosen bergelar doktor di Sulawesi Selatan. Padahal, keberadaan dosen berkualifikasi doktor merupakan salah satu faktor penting dalam meningkatkan mutu pendidikan tinggi dan daya saing perguruan tinggi di daerah.
Legislator Dapil Sulawesi Selatan III itu menegaskan, kemajuan suatu daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas pendidikannya. Berbekal pengalaman selama tiga dekade sebagai pendidik, ia berharap seluruh pemangku kepentingan terus memperkuat ekosistem pendidikan guna menghasilkan sumber daya manusia yang unggul. “Saya 30 tahun menjadi seorang guru, sehingga tentu saya ingin pendidikan di Sulawesi Selatan terus maju,” tutunya. (bur)



