Penghargaan World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes ini diberikan Juli 2026 atas keberhasilan program digitalisasi pendidikan melalui platform Rumah Pendidikan.
TOPIK9.COM, JAKARTA – Digitalisasi pendidikan Indonesia memperoleh pengakuan internasional. Indonesia baru saja menerima penghargaan tertinggi dari Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) melalui International Telecommunication Union (ITU) dalam kategori e-government dan digitalisasi pendidikan.
Presiden Prabowo Subianto mengatakan penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Namun dia menyatakan kita tidak cepat puas. “Perjalanan masih jauh,” tuturnya dalam taklimat pada Sidang Kabinet Paripurna di Istana Negara, Jakarta, Senin (20/7/2026).
Penghargaan World Summit on the Information Society (WSIS) Prizes ini diberikan Juli 2026 atas keberhasilan program digitalisasi pendidikan melalui platform Rumah Pendidikan. Indonesia menjadi anggota ITU sejak tahun 1949.
Badan khusus PBB yang berfokus pada teknologi informasi dan komunikasi (TIK) ini berkantor pusat di Jenewa, Swiss. ITU juga telah mendirikan kantor area untuk wilayah Asia Tenggara di Jakarta sejak 27 November 1984.
Kepala Negara mengatakan, kita tidak cepat dengan penghargaan itu. Dia menyatakan keinginan memperbaiki semua sekolah kita. “Tahun ini kita akan selesai 77 ribu sekolah renovasi, tahun depan target kita 100 ribu, tahun 2028 100 ribu. Kita berharap di 2029 seluruh sekolah Indonesia sudah direnovasi,” ujarnya.
Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk mempercepat transformasi pendidikan nasional melalui digitalisasi pembelajaran sebagai bagian dari upaya membangun sumber daya manusia Indonesia yang unggul. “Kita paham, pendidikan kita banyak ketertinggalan. Negara kita sangat besar, luas. Kita memiliki lebih dari 288 ribu sekolah, banyak di tempat terpencil. “Salah satu upaya kita adalah digitalisasi pendidikan,” ujarnya.
Selain itu, kata Presiden, tahun lalu pemerintah telah mendistribusikan satu unit interactive flat panel atau layar pintar ke setiap sekolah. Progrsam tersebut akan diperluas tahun ini dengan penambahan tiga unit lagi untuk setiap sekolah.
“Saya harapkan di akhir 2026 akan sudah tersampaikan, terkirim kurang lebih tambahan 700 ribu panel pinter atau smart digital panel di seluruh sekolah Indonesia. Akhir Desember 2026 atau semester pertama 2027,” ujarnya.
Melalui percepatan digitalisasi pembelajaran yang didukung pemerataan infrastruktur pendidikan, pemerintah berharap setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama untuk mengakses pendidikan berkualitas sebagai fondasi menuju Indonesia yang maju dan berdaya saing.
Presiden berkata, “Kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, rumah pendidikan, portal terintegrasi dengan interaktif flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna. Menyediakan 4.843 sumber belajar gratis dan membantu ratusan ribu guru di daerah tertinggal, terdepan dan terluar.”
Melalui percepatan digitalisasi pendidikan dan pemerataan infrastruktur sekolah, Presiden menegaskan komitmen pemerintah untuk memastikan setiap anak Indonesia, di mana pun berada, memperoleh kesempatan yang sama mengakses pendidikan berkualitas sebagai bekal menuju Indonesia maju, berdaya saing, dan berkeadilan. (bur)



