
TOPIK9.COM, JAKARTA–Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta kembali menggelar Jakarta Eco Future Festival (JEFF) 2026, yang digelar pada 3–4 Juli di Balai Kota DKI Jakarta. Gelaran ini tidak hanya menjadi festival lingkungan terbesar tahun ini, tetapi juga menjadi wujud kepedulian dan tanggungjawab terhadap lingkungan.
Hal ini disampaikan Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, dalam keterangan resminya di Jakarta, Kamis (2/7/2026).
Dudi menjelaskan, mengusung konsep Less Waste Event atau kegiatan minim sampah, JEFF 2026 dirancang untuk mendorong perubahan perilaku yang lebih berkelanjutan. Konsep tersebut mengacu pada pedoman penyelenggaraan kegiatan minim sampah yang diterbitkan Kementerian Lingkungan Hidup dan Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta.
“Pedoman ini menjadi acuan untuk memastikan setiap tahapan penyelenggaraan JEFF 2026 berjalan sesuai prinsip ramah lingkungan dan dapat menjadi contoh bagi kegiatan publik lainnya,” ujarnya.
Lebih lanjut Dudi mengatakan, penerapan Less Waste Event merupakan bagian dari komitmen Pemprov DKI Jakarta dalam menghadirkan acara publik yang tidak hanya meriah dan edukatif, tetapi juga memberikan dampak positif bagi lingkungan.
“Upaya pengurangan sampah tidak hanya dapat dilakukan dalam kehidupan sehari-hari, tetapi juga dalam berbagai kegiatan yang melibatkan banyak orang, termasuk festival dan acara publik. Melalui JEFF 2026, kami ingin menunjukkan bahwa acara besar pun bisa diselenggarakan dengan lebih bijak, tertib, dan bertanggung jawab terhadap lingkungan,” tandasnya.
Menurutnya, JEFF 2026 menjadi momentum untuk menunjukkan pengelolaan sampah yang baik bukan hanya tanggung jawab pemerintah, melainkan membutuhkan partisipasi semua pihak. Pengunjung, tenant, komunitas, dunia usaha, hingga petugas di lapangan memiliki peran penting dalam mewujudkan festival yang bersih, nyaman, dan minim sampah.
Sebagai bagian dari penerapan konsep tersebut, JEFF 2026 menyediakan 13 set tempat sampah terpilah yang terdiri atas sampah organik, anorganik, dan residu di seluruh area festival. Pada setiap titik, petugas penyuluh dari Pramuka Saka Kalpataru akan mendampingi sekaligus mengedukasi pengunjung agar memilah sampah dengan benar sejak dari sumbernya.
“Setiap sampah akan dikelola sesuai jenisnya. Sampah organik akan diolah menjadi kompos dan pakan maggot oleh Satpel LH Gambir, sampah anorganik dikumpulkan melalui Waste Station Balai Kota, sementara sampah residu akan diangkut ke TPST Bantargebang,” jelas Dudi.
Selain mengelola sampah setelah digunakan, JEFF 2026 juga menerapkan Protokol Guna Ulang bekerja sama dengan dietplastik Indonesia untuk menekan penggunaan kemasan sekali pakai. Melalui sistem ini, tenant makanan dan minuman akan menggunakan wadah guna ulang yang dapat dipakai berulang kali sehingga timbulan sampah selama acara dapat ditekan secara signifikan.
Dudi berharap JEFF 2026 dapat menjadi contoh praktik baik bagi penyelenggaraan berbagai kegiatan di Jakarta. Menurutnya, semakin banyak acara yang menerapkan prinsip minim sampah dan sistem guna ulang, semakin kuat pula budaya baru yang tumbuh di tengah masyarakat.
“Budaya pilah sampah dan guna ulang perlu kita bangun bersama. Langkahnya sederhana, tetapi dampaknya besar jika dilakukan secara konsisten. Kami mengajak seluruh pengunjung JEFF 2026 untuk mendukung gerakan ini dengan membuang sampah sesuai jenisnya, mengembalikan wadah guna ulang ke titik yang tersedia, dan menjadi bagian dari perubahan menuju Jakarta yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan,” pungkasnya. (zie)



