GBK akan Bertransformasi Jadi Destinasi Sport Tourism dan MICE Internasional
TOPIK9, JAKARTA – Pemerintah berencana melakukan penataan ulang secara menyeluruh terhadap kawasan Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta. Ini dilakukan untuk menjadikannya sebagai ikon baru Ibu Kota sekaligus pusat olahraga, pariwisata, dan kegiatan bisnis bertaraf internasional.
Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi mengatakan konsep pengembangan baru tersebut tidak hanya mencakup fasilitas olahraga, tetapi juga kawasan komersial, hotel, hingga integrasi dengan Jakarta Convention Center (JCC).
“Jadi kita ingin sebenarnya mendesain ulang seluruh GBK, terutama yang area olahraga dan komersial,” kata Prasetyo di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, yang dikutip dari RRI.co.id, Selasa (21/7/2026).
Menurut dia, pemerintah menginginkan kawasan GBK berkembang menjadi kawasan terpadu yang mampu mendukung berbagai aktivitas olahraga, bisnis, hiburan, dan pariwisata dalam satu ekosistem yang terhubung.
Dalam konsep yang sedang disiapkan, area komersial dan perhotelan akan terintegrasi dengan JCC sehingga menciptakan kawasan yang lebih modern dan mampu bersaing dengan destinasi serupa di berbagai negara.
“Ada. Kita penginnya lengkap ya. Komersial, hotel, kita gabungkan nanti jadi satu dengan JCC, Jakarta Convention Center. Kita penginnya punya yang lebih modern lagi,” ujarnya.
Prasetyo menjelaskan proses redesign juga diikuti dengan evaluasi berbagai kerja sama yang selama ini berjalan di kawasan GBK. Sejumlah kontrak yang dinilai tidak terealisasi atau tidak berjalan sesuai rencana telah dicabut agar area tersebut dapat dimasukkan ke dalam konsep pengembangan baru.
“Nah, makanya itu kan banyak juga yang beberapa kontrak-kontrak kerja sama yang belum atau tidak dikerjakan itu kami cabut juga, supaya nanti menjadi bagian dari redesign ulang tadi,” katanya.
Selain pengembangan kawasan komersial, pemerintah juga ingin memperkuat posisi GBK sebagai pusat penyelenggaraan olahraga internasional. Karena itu, berbagai fasilitas olahraga akan ditingkatkan agar memenuhi standar federasi olahraga dunia.
Prasetyo mengatakan pemerintah ingin GBK tidak hanya dikenal sebagai venue sepak bola, tetapi juga mampu menjadi tuan rumah berbagai ajang olahraga internasional lainnya seperti akuatik dan tenis.
“Kita penginnya ada olahraga-olahraga yang memang itu event internasional bisa sebanyak mungkin bisa diselenggarakan di GBK. Tidak hanya sepak bola, misalnya akuatik, kemudian tenis,” ujarnya.
Menurut dia, setiap cabang olahraga memiliki persyaratan teknis dan infrastruktur yang berbeda untuk dapat menggelar kompetisi internasional. Karena itu, pengembangan fasilitas akan disesuaikan dengan standar yang ditetapkan masing-masing federasi olahraga.
“Nah, sarana prasarananya itu kan harus dilengkapi, karena ada syarat-syarat minimal kalau kita mau menyelenggarakan event internasional ini,” katanya.
Pemerintah berharap transformasi kawasan GBK dapat memperkuat daya tarik Jakarta sebagai destinasi sport tourism dan MICE (meetings, incentives, conventions, and exhibitions), sekaligus meningkatkan peluang Indonesia menjadi tuan rumah berbagai event olahraga dan bisnis berskala global.
Prasetyo menegaskan, hasil akhir dari penataan ulang tersebut diharapkan mampu menghadirkan landmark baru yang merepresentasikan wajah modern Jakarta.
“Harapannya ini nanti ke depan menjadi the new icon of Jakarta. Bagus sebagai daya tarik wisatawan,” ujarnya.


