EkbisEkonomi

INA Salurkan Investasi Rp 74,5 Triliun, Kepercayaan Investor Global Menguat

TOPIK9, JAKARTA – Indonesia Investment Authority (INA) mencatat total penyaluran investasi bersama mitra mencapai Rp74,5 triliun atau setara US$4,7 miliar hingga memasuki tahun kelima operasionalnya. Capaian tersebut mencerminkan meningkatnya kepercayaan investor global terhadap prospek ekonomi Indonesia di tengah ketidakpastian ekonomi dunia.

Dari total investasi tersebut, kontribusi dana yang berasal dari INA mencapai Rp33,3 triliun atau sekitar US$2,1 miliar. Sementara itu, lembaga pengelola dana investasi pemerintah tersebut berhasil menarik Penanaman Modal Asing (PMA) kumulatif sebesar Rp41,2 triliun atau sekitar US$2,6 miliar.

Sejalan dengan pertumbuhan investasi, total Assets Under Management (AUM) INA meningkat menjadi Rp146,2 triliun atau sekitar US$9,1 miliar, hampir dua kali lipat dibandingkan saat pertama kali berdiri.

Ketua Dewan Direktur INA, Oki Ramadhana, mengatakan capaian tersebut menunjukkan bahwa kepercayaan investor global terhadap Indonesia terus terkonversi menjadi investasi jangka panjang di berbagai sektor strategis.

“Lima tahun perjalanan INA mencerminkan bagaimana kepercayaan investor global terhadap Indonesia terus diterjemahkan menjadi investasi jangka panjang di berbagai sektor strategis. Di tengah kompleksitas global, INA tetap berfokus pada tata kelola yang baik, penciptaan nilai jangka panjang, serta praktik investasi yang disiplin,” ujar Oki dalam keterangan tertulis, Jumat (3/7/2026).

Menurutnya, pertumbuhan ekonomi Indonesia yang konsisten berada di atas 5%, realisasi investasi yang terus meningkat, serta fokus pemerintah dalam mengembangkan sektor-sektor strategis menjadi faktor utama yang memperkuat daya tarik Indonesia sebagai tujuan investasi jangka panjang.

Untuk memperkuat kontribusi terhadap pembangunan nasional, INA menetapkan tiga strategi investasi utama sepanjang 2025. Pertama, meningkatkan investasi pada lima sektor prioritas yakni transportasi dan logistik, energi hijau, digital dan kecerdasan buatan (AI), kesehatan, serta advanced materials.

Kedua, INA melanjutkan penyesuaian portofolio menuju kelas aset yang berpotensi memberikan imbal hasil lebih tinggi, seperti private equity, real estate, dan hybrid capital. Ketiga, memperluas investasi melalui skema investasi tidak langsung guna membuka akses terhadap peluang global sekaligus memperkuat kolaborasi dengan mitra strategis.

Saat ini, sektor transportasi dan logistik menjadi portofolio terbesar INA dengan porsi 44% dari total investasi. Bersama para mitra, INA telah mendukung pembangunan lebih dari 250 kilometer jalan tol, infrastruktur pelabuhan, fasilitas logistik utama, serta sekitar 200.000 meter persegi properti logistik modern.

Sementara itu, sektor digital dan AI menyumbang 29,5% dari total alokasi investasi. Dana tersebut digunakan untuk pengembangan menara telekomunikasi, jaringan serat optik sepanjang lebih dari 57.000 kilometer, hingga pembangunan pusat data hyperscale yang mendukung pengembangan teknologi kecerdasan buatan di Indonesia.

Di sektor energi hijau, investasi INA mendukung pengembangan salah satu portofolio panas bumi terbesar di Indonesia dengan produksi listrik bersih sekitar 395 GWh per bulan. Proyek tersebut juga berkontribusi mengurangi emisi karbon sekitar 0,3 juta ton setara CO2 setiap bulan.

Pada sektor kesehatan, INA mendukung pengembangan jaringan rumah sakit dan platform farmasi ritel terbesar di Indonesia. INA juga berinvestasi pada fasilitas fraksionasi plasma darah pertama di Indonesia dan terbesar di Asia Tenggara yang diproyeksikan mampu mengolah hingga 600.000 liter plasma per tahun.

Sementara pada sektor advanced materials, INA turut mengembangkan salah satu platform produksi katoda Lithium Iron Phosphate (LFP) terbesar di dunia di luar China. Kapasitas produksinya ditargetkan mencapai 30.000 ton per tahun pada 2025 dan akan terus ditingkatkan pada 2026 dan 2027 untuk memperkuat posisi Indonesia dalam rantai pasok baterai global.

Oki menegaskan INA akan terus menjalankan mandatnya dengan memperkuat kemitraan investasi dan menghubungkan modal jangka panjang dengan peluang investasi strategis yang mendukung pembangunan ekonomi nasional.

Hingga saat ini, INA telah mengantongi komitmen investasi sekitar US$25 miliar dari 40 mitra strategis yang berasal dari 15 negara. Pada 2025, INA juga mempertahankan peringkat investment grade dari Fitch Ratings dengan nilai BBB untuk skala internasional dan AAA(idn) untuk skala nasional.

Dari sisi tata kelola, INA meraih skor Governance, Sustainability, and Resilience (GSR) sebesar 72% berdasarkan penilaian Global SWF, lebih tinggi dibandingkan rata-rata sovereign wealth fund dunia yang berada pada level 53%.

Tabel Capaian INA hingga Tahun Kelima Operasional

IndikatorNilai
Total investasi bersama mitraRp74,5 triliun (US$4,7 miliar)
Investasi yang disalurkan INARp33,3 triliun (US$2,1 miliar)
PMA yang berhasil dihimpunRp41,2 triliun (US$2,6 miliar)
Assets Under Management (AUM)Rp146,2 triliun (US$9,1 miliar)
Komitmen investasiUS$25 miliar
Jumlah mitra strategis40 mitra
Negara asal mitra15 negara
Rating Fitch internasionalBBB
Rating Fitch nasionalAAA(idn)
Skor Governance, Sustainability and Resilience (GSR)72%
Rata-rata skor SWF global53%

Artikel yang berhubungan

Back to top button